Personal
Falsafah Jejak Langkahnya..
March 22nd, 2008
taken from my first blog. i wrote this 2 years ago..
at Cengkareng, Jakarta Int’l Airport..
dia wanita pilihan
lebih tepatnya aku yang memilihnya..
untuk menjadi wanita pilihanku
dari senyumannya aku pahami kelembutannya
dari tatapannya aku tangkap kebersahajaannya
dari tutur kata dan perbuatannya..
aku ilhami sikap dan kepribadiannya yang rabbani
tapi sukar bagiku meraba apa yang dirasakan..
dan tersimpan jauh di relung hatinya
aku hanya memohon petunjuk pada yang menciptakan aku dan dia
dia wanita yang kusanjung
kusanjung tanpa melihat tampilannya
dan aku yang menyadari keindahan..
bukan sekedar sisi cantik lahirnya
aku yang selalu teringat padanya..
walau merasa, dia merasakan yang sebaliknya
aku yang menapaki jejak langkahnya.. jejak hatinya yang mulia
sedihku takkan kuhadiahkan untuknya
tapi akan kuhamparkan permadani indah untuknya
atas setiap kelelahannya
kelelahan atas perjuangan hidup mulia
aku yang berusaha..
untuk tak pernah melupakan apa yang dipesankan langit
untuk tetap mencintai Tuhan yang menciptakanku
agar saat kusedih.. aku tak lari pada kekhilafan
agar saat nestapa membayangi..
aku tak menafikannya pada kejahiliyahan
agar saat kehilangaan ada dihadapanku..
aku tetap bisa merelakannya dengan lapang dada
dan akan tetap melalui sisa hidup dengan cinta Tuhan yang maha Pengasih
meskipun aku tak bersamanya
dia yang akan selalu mengingatkanku dengan jejak langkahnya..
dia pilihan hidupku
yang kuharap kan tertawa bahagia dan menangis dalam duka bersamaku
menjalaninya dalam nikmat sujud pada sang Pencipta
dia yang akan selalu berpesan kepadaku dengan jejak langkahnya..
untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman
walau semua yang ada hanyalah titipan
kerelaan besar yang diajarkannya padaku dengan jejak langkahnya..
adalah satu yang terbaik dalam hidupku
dia yang jadi segalanya untukku
karena senyumannya yang menuntunku untuk terus percaya
kasih sayang Tuhan untukku ada ditangannya
ada dalam sikapnya
ada dalam kepribadiannya
dia yang akan terus mendampingiku dengan jejak langkahnya..
untuk terus mengerti
bahagia adalah sahabat syukur
duka adalah sahabat pasrah
kerelaan dari segalanya akan membuat yang dijalani saat ini
menghadirkan senyuman diakhir segalanya
dia yang menjadi lentera kala gelap hatiku
agar aku tetap bisa temukan pilihan jalan
diatas kebenaran yang telah dijanjikan-Nya kepadaku
agar aku tetap mampu
selesaikan semuanya tanpa gelap mata
agar aku tak tersandung
kala semua hambatan itu menghadang didepan
dalam gelap-gulitanya
aku akan menjaga pijarnya, yang abadikan senyumannya dalam hidupku
yang selamanya dengan kasih lencarkan jalan hidupnya
yang seutuhnya dengan tulus mengilhami prinsip hidupnya
dengan kebenaran
dengan kejujuran
dengan keikhlasan
dengan segala kemampuan
dengan tetap percaya
Tuhan akan tunjukkan yang terbaik bagi hidup yang kujalani
walau tak bersamanya
dia wanita pilihan
dan telah kupilih
untuk menjalani sisa hidup
bersama
atas ridho Alloh SWT
atas restu orang tua kami
tapi waktulah yang kan tentukan segalanya
karena manusia dipersilahkan untuk berencana
merangkainya dalam cita-cita
walau aku tak punya daya untuk mengutarakan cinta dengan lisan bahasa
aku hanya mampu mengungkapkan dengan tulisan kata-kata
cukup bagiku..
ketika dia telah menjawab semuanya.. ‘La’
karena Cinta pada yang menciptakan haruslah lebih besar
daripada cinta pada ciptaan-Nya
agar hidup tetap berjalan sesuai rancana
agar segalanya tak terlalu jauh dari harapan
karena sesuatu hari ini
tak ada yang sempurna
selamanya
tak akan cukup sempurna didapatkan
~dien
Cengkareng, GMF-AeroAsia
24 Maret 2006 22:48 BBWI













wedeh …. puitis juga si mamat satu ini… panjang banget bro…