Learning
Network Cable
May 29th, 2008
hmm.. cocok gak yah judul postingnya!?
preview sedikit. saya bukan seorang Network Engineer apalagi Network Specialist. semua yang saya lakukan hanyalah learning by doing, dan mungkin ini adalah kebalikan apa yang dilakukan kawan saya Anwar Chandra, seorang programmer .Net Framework tentang Learning by Teaching. saya tak pernah bisa fokus akan satu hal, maunya seh iya.. tapi pekerjaan menuntut kebalikannya. dengan basic IT yang pas-pasan.. saya diperbantukan pertama kali di unit pelaksana Informasi, Penerangan, Sosial dan Budaya (pensosbud). kemudian dipindah tugaskan ke unit Ekonomi. lalu ditugaskan oleh Badan Perencanaan Keuangan dan Kerumahtanggan (BPKRT) untuk mengikuti pelatihan SABMN mengenai Inventarisir Barang Milik Negara, nah sekarang saya ditugaskan untuk menyelesaikan Sistem Pelayanan Konsuler Terpadu, dilingkup unit Konsuler, dalam jangka waktu sekitar 2 Bulan!!. dewean pula hwaha *ketawa stress*.. langsung aja deh, malas basa-basinya..
saya menambah infrastruktur jaringan komputer, ada beberapa pengalaman yang saya dapat :
- kalau sampeyan punya tester kabel utp, cek dulu apakah masih berjalan dengan baik. saya 5 kali membuat kesalahan dalam instalasi kabel tersebut, gak tahunya testernya gak stabil, kadang lampu indikatornya bener, kadang salah. nah.. kalo testernya sudah gak bener, kita pasti beranggapan urutan kabel-nyalah yang salah, proses crimping-nyalah yang gak bener, port hub-nyalah yang rusak de-el-el.
- saya membenahi infrastruktur jaringan yang sudah ada, kebetulan ada beberapa kabel yang harus diganti atau beberapa kabel saya anggap terlalu panjang, kabel tersebut saya potong, lalu saya crimping ulang. ternyata susunan sebelumnya menggunakan konsensus EIA/TIA 568B, sedangkan saya biasa menggunakan EIA/TIA 568A. karena saya sebelumnya menduga, ah.. paling testernya yang gak bener lagih.. jaah ternyata konsensus yang dipakai berbeda.
dah gituh ajah, ngantuk euy..















nggak ngerti sama sekali
*bletak*