Learning, Sharing & Info
Sistem Akuntansi Barang Milik Negara..
May 17th, 2008
SABMN = Sistem Akuntansi Barang Milik Negara..
pulang ke Jakarta kemaren agenda utama adalah mengikuti pelatihan SABMN..
Pelatihan ini.. sejauh yang saya tahu adalah permintaan Presiden SBY untuk mengetahui seberapa besar aset-aset yang dimiliki pemerintah.. hingga diupayakan pelatihan seperti ini..
Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara atau biasa disebut SABMN ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri bekerjasama dengan Departemen Keuangan RI yang bertindak sebagai narasumber dan pelatih selama kegiatan pelatihan berlangsung. Peserta yang berjumlah 164 orang, yang terdiri dari para Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT) dan Operator pencatat dan pembuat Laporan Barang Milik Negara dari 118 Perwakilan RI, sedangkan KBRI Baghdad tidak dapat mengirimkan peserta karena alasan kondisi setempat.
Kegiatan pelatihan SABMN yang berlangsung selama 6 hari, dari tanggal 5 – 10 May 2008 ini diharapkan akan menjadi pembekalan mengenai teori Aplikasi SABMN yang merupakan salah satu pelaksanaan ketentuan Undang-undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan Peraturan Menteri Keuangan No. 59 Tahun 2005, tentang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Laporan Keuangan tersebut harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah dan diselenggarakan menurut Sistem Aplikasi Pemerintah Pusat yang telah ditetapkan yaitu SABMN.
Peserta diharapkan benar-benar menguasai aplikasi SABMN yang nantinya diterapkan untuk mencatat seluruh barang milik negara yang berada di Perwakilan RI masing-masing. Selama pelatihan juga dilaksanakan penginputan dan pembuatan laporan SABMN seluruh Perwakilan RI dari dokumen-dokumen sumber yang dibawa, sehingga diakhir kegiatan pelatihan seluruh peserta dari masing-masing Perwakilan RI sudah memiliki Laporan Barang Milik Negara dengan menggunakan SABMN.
SABMN tidak mencakup Laporan Persediaan Barang dan Konstruksi Dalam Pengerjaan, sehingga peserta diharapkan dapat membuat secara manual Laporan Persediaan Barangnya berdasarkan PMK 120 Tahun 2007 tentang Penatausahaan BMN.
meskipun perlu belajar keras.. dan secara underground mendatangi orang-orang yang emang jagonya di sistem tersebut.. bermula dari Pak Idris Aswin dari Departemen Keuangan, maaf..saya lupa apa jabatanya. saya merasakan beliau adalah sedikit-banyak orang sangat care kepada kesulitan-kesulitan perwakilan luar negeri dalam menerapkan sistem aplikasi tersebut.. kemudian staf-nya, Angki.. seorang Programmer lulusan STAN, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.. ini adalah orang yang saya datangi di kamar 1411, Hotel Sheraton Media, Gunung Sahari. Klop, sebelum materi mengenai pengaplikasian dibahas.. CD yang diberikan sudah saya baca2 manualnya, oprek2 front-end dan back-end nya.. Business Process-lah kendala utama saya.. kalo untuk setting konfigurasi sistem, gak terlalu sulit.. Nah disinilah peran Angki dalam mentransfer ilmunya.. thanks berat Bro!! terus terang ini bukan lingkup pekerjaan saya.. karena ini adalah penugasan.. ya harus dilaksanakan. jujur, saya juga tidak terlalu paham secara mendalam tentang akuntansi, cuma karena dianggap punya kapabillitas lebih mengenai komputerisasi, maka terpilihlah saya.. sebelumnya pelatihan ini telah dilaksanakan dimasing2 region, dalam hal ini Kuwait mengikuti-nya di Riyadh, Saudi Arabia. Tapi kurang berhasil menerapkannya. dan sekarang saya yang diminta mewakili.. bermodal Bismillah.. siap, laksanakan:)
Sayang sistem aplikasi ini hanya dibangun untuk desktop application, base on Ms. Visual Foxpro. Ada beberapa bugs yang saya temui di sistem ini.. meskipun sudah berjalan 3 tahun seperti yang Angki bilang, kalau saya lihat penyempurnaannya belum selesai.. metodologi client-server belumlah bisa diterapkan, user management level-nya juga belum menyeluruh sampai kepada operator (satker).. ada bagusnya juga kalau berbasis web-base application, sekalian learning by doing.. kalau saya punya source code-nya.. gatel juga tangan pengen menyempurnakannya..
wedew, sekarang tinggal penerapannya.. tapi konsentrasi gak bisa maksimal neh..
Sistem Pelayanan Konsuler Terpadu belum selesai dibangun.. belum lagi hal2 lain yang tidak bisa saya ceritakan.. nyak+babe, aye mohon doa’nye yak…















Didoakeun lah biar lancar, semangatterus yah dengan pelatihan2 berikutnya