Kuwait, Sharing & Info

Sistem Paspor RI..

July 12th, 2008


Sistem Paspor RI yang saya maksud disini adalah Aplikasi untuk mencetak informasi pemilik buku paspor. Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuwait merangkap Kerajaan Bahrain dan mungkin perwakilan RI di negara-negara lain selama ini masih menulis secara manual. Programmer aplikasi ini adalah Mas Hendri Guntoro dari Departemen Hukum HAM. Saya sebagai orang yang berkesempatan untuk mencoba menginstalasi dan mensetting konfigurasi printer EDISecure PP300 yang seharga US$ 12.000 (gokil, muahal banget yah :D) banyak sekali menemui kendala. Karena terus terang saya tak diikut sertakan proses pelatihannya di Den Haag, Belanda.

  • Kendala yang terjadi dimulai dari Register Number Aplikasi yang tidak selalu dapat matching.
  • Penggunaan aplikasi yang hampir tidak ada user guide-nya dan masih adanya bugs yang terdapat di aplikasinya.
  • Penginputan nomer registrasi paspor masing-masing perwakilan RI dibatasi hanya 15 digit, itupun yang akan tercetak di paspor hanya 12 digit. Padahal format KBRI Kuwait adalah 1B1GMO-99999-G KWT. Dimana :

    • 1B1GMO adalah Kode Imigrasi KBRI Kuwait yang terdaftar di Kantor Imigrasi
    • 99999 adalah Nomer Urut (secara increment) Registrasi dalam setahun
    • G adalah Kode tahun berjalan
    • KWT adalah Kode KBRI Kuwait, sedangkan Kantor Urusan Konsuler (KUK) Bahrain adalah BRN.
  • Karena KBRI Kuwait juga merangkap Kerajaan Bahrain dan printer paspor yang diberikan jakarta hanya satu, maka proses pencetakan informasi pemilik Buku Paspor akan dilakukan di Kuwait, itupun seharusnya input kantor yang mengeluarkan Paspor harusnya bisa di customize. Dicetak memang di Kuwait, tetapi kantor perwakilan yang mengeluarkan tetap Bahrain. Perwakilan RI lainnya pasti akan menghadapi kendala serupa, jika ruang lingkup kerjanya mencakup beberapa negara asing.
  • Printer EDISecure PP300 memang bukan printer biasa. saya pertama kali melihatnya tercengang juga.. proses mekanik di dalamnya itu tak biasa dan yang saya dengar dari Mas Hendri, di dalam tintanya pun terdapat sekuritas. masalahnya untuk installasi, setting konfigurasi dan mengoperasikan printer itu tidak didukung oleh manual yang cukup, saya di bantu oleh Pak Jati sebagai Pelaksana Fungsi Informasi, Penerangan, Sosial & Budaya sampai beberapa kali menelpon KJRI Jeddah, Saudi Arabia (karena negara ini adalah yang terdekat dari Kuwait) untuk mendapatkan Driver dan User Guide tapi setelah mendapatkannya ternyata tak cukup banyak membantu, karena setelah di coba sepertinya itu untuk printer EDISecure PP300X.
  • Lagi-lagi dibantu oleh Pak Jati saya menelpon ke Jakarta dan berhasil berhubungan langsung dengan orang yang berkompeten di bidang itu, Mas Hendri Guntoro, programmer yang mengetahui secara persis proses teknis Sistem Paspor RI. Komunikasi mengalir lumayan lancar via mail dan chat, sampai pada tanggal 8 Juli 2008, KBRI Kuwait secara resmi telah menggunakan Sistem Paspor RI untuk pencetakan Informasi Pemilik Buku Paspor. Terima kasih Mas..</br>



“Ini adalah Program Nasional, jadi harus di prioritaskan dan di sukseskan.. ” begitu pesan Pak Dino Nurwahyudin sebagai Pejabat Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuwait kepada saya. Siap Pak, laksanakan!!

capture Sistem Aplikasi Paspor RI

Masalah yang sekarang adalah bagaimana mengintegrasikan Sistem Pelayanan Konsuler Terpadu yang sedang saya bangun dengan Sistem Paspor RI itu. Printer Epson PLQ-20 yang sudah terbeli harus dipergunakan secara maksimal, maka saya pergunakan untuk print-out Lapor Diri WNI yang ada di Kuwait di Buku Paspor pada bagian Catatan/Pengesahan. Selain tentunya mengirit penggunaan tinta EDISecure, karena sampai sekarang belum ada kejelasan dimana bisa mendapatkan tinta tersebut sebagai stok/cadangan. Spesifikasi printer Epson PLQ-20 jelas kalah jauh dengan EDISecure, wong dari segi harga saja sudah beda hampir 10x lipat :p Epson jenis ini biasa digunakan untuk Banking, cetak rekening saldo pada buku tabungan dan berdasarkan ribbon/pita bukan ink/tinta, jadi hanya bisa cetak black color. Kalau di Jakarta mungkin mudah untuk mendapatkan printer epson ini, karena ini Kuwait, saya harus indent via al-sarraf terlebih dahulu ke Abu Dhabi, UAE.

jadi dengan alasan itulah kenapa saya lama ga updet ini Blog, ga ada bengongnya hwehe..

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • MyShare
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Taggly
  • Technorati
  • YahooMyWeb

3 Comments


Gravatar
#1. Nurdiansyah » 13.07.2008

Wedeeh.. US$ 12.000 itu dah termasuk pajak blm yak? Canggih bener tuh di dalam tinta ada sekuritasnya :)

yang canggih dan mahal, terkadang belum tentu banyak manfaatnya.. baiknya sesuai kemampuan dan kebutuhan..

Di kantor ian, printer yang paling canggih aja harganya gak sampe seper sepuluhnya jg, dan menariknya pake ditempelin label peringatan..
“DILARANG MENGGANDAKAN UANG!!” wekwkwkwk… :D

hwahaha.. ketahuan tuh moralitas karyawannya :D

Gravatar
#2. az&fa » 13.07.2008

pantesan… lha wong udah gelap iteem… kok kemarin2 masih biru…. aja… :)
mau bikin passport baru akh.. halaman pasport tinggal 1 halaman yang kosong…

tafaddhol ya Ustadz.. :D

#1… eh din bisa buat menggandakan Dinar kale printer ini hehehehe :))

Gravatar
#3. Chic » 16.07.2008

mahal-mahal make nya ribets… buat apaan… hihihi :D

Leave a Reply